Selain ramalan tentang terbunuhnya Lady Diana yang memang tlah terbukti kebenaranya,
Jucelino juga meramalkan hal hal ini :
Dua kali serangan
terhadap WTC, kali
kedua adalah kejadian
teror 911
Tahun 1989, sebuah surat
peringatan dikirim kepada
presiden Amerika dan
kedutaan Inggris, surat
tersebut tertanggal 26
Oktober 1989 per pos dan
tercatat di kantor notaris
Klicheeba di kota Palana. Di
dalam surat tersebut juga
diramalkan bahwa tahun
1993 untuk kali pertama Â
WTC bakal diserang,
meskipun tidak dinujum
tanggal serangan, namun
serangan kedua kalinya
dengan sangat jelas
disebutkan pada tanggal 11
September 2001.
Mengenai hasil dari surat
peringatan tersebut, telah
anda ketahui. Serangan
pertama WTC terjadi tiga
setengah tahun sesudah
surat peringatan diterima
yakni tanggal 26 Februari
1993, suatu kasus
peledakan areal parkir yang
menimbulkan korban tewas
dan terluka, sedangkan
serangan kedua terjadi pada
12 tahun kemudian yakni 11
September 2001, " Kasus
serangan 911 dilakukan
serentak oleh banyak
teroris" yang telah
menggemparkan dunia.
Yang membuat orang
terkejut dan terheran-heran
ialah di dalam surat
peringatan/ramalann ya itu
juga tercatat: sesudah
serangan kedua terhadap
WTC, meletus perang
Afghanistan dan Irak, setelah
Irak terkalahkan, presiden
Saddam Hussein melarikan
diri dan bersembunyi di
wilayah Irak tengah di kota
Ad Dawr dan lain sebagainya,
juga diramal dengan
terperinci, peristiwa yang
para pembaca sudah ketahui
semua, di dalam surat
ramalan tersebut kejadian
yang diramalkan satu per
satu telah terjadi.
Surat peringatan itu juga
dikirim per pos kepada ayah
presiden sekarang George
Bush, kala itu si Bush tua,
surat peringatan ramalan per
tahun 1989 tersebut ditulis 9
tahun kemudian pada tanggal
28 Oktober tahun 1998 dan
dikirim ulang kepada
presiden Clinton, di dalam
surat tersebut disampaikan:
"Jucelino sangat
mengkawatirkan bencana
yang dulu telah dilihatnya di
dalam mimpi, itu adalah kaum
teroris melancarkan
serangan terhadap pulau
Manhattan, gedung jangkung
dikepung oleh api raksasa
yang datang dari langit.
Mungkin saja ada orang
mengira bahwa ini sedang
berkelakar dan tidak
menganggapnya serius, akan
tetapi mutlak bukan lelucon,
oleh karena itu saya
mengirim surat kepada media
utama Amerika, berharap
mereka bisa mempublikasikan
surat peringatan ramalan
saya."
Seperti dijelaskan di depan,
peristiwa besar semacam itu
bisa berdampak kepada
masyarakat, Jucelino
biasanya
mempublikasikannya sebelum
kejadian, ia tidak saja
menghubungi yang
bersangkutan, bahkan isi
yang sama, ia kirim
bersamaan ke media massa
dan sebagainya. Namun
sampai dengan sekarang,
nyaris tak ada perusahaan
media massa yang mau
menerima permintaannya
untuk menyiarkan kepada
khalayak. Demikian pula agen
berita Miami Herald yang
persis menerima surat
peringatan itu membalas
surat singkat kepada
Jucelino dengan isi :
"Di dalam surat anda yang
dikirim kepada kami per
tanggal 26 Oktober 1989,
diramalkan bahwa gedung
WTC pada tanggal 11
September 2001 akan
mengalami serangan kaum
teroris, terhadap ramalan ini
agen berita kami memberikan
apresiasi. Selain itu anda
juga di dalam surat tersebut
meramalkan Amerika bisa
terjadi 2 kali perang,
akhirnya bisa bertempur
melawan Irak, juga Saddam
melarikan diri, serta tentang
ia lari dan bersembunyi di Ad
Dawr, Irak tengah dan lain
berita detail lainnya telah
dengan rinci diramalkan.
Sayang sekali kami tidak bisa
mempublikasikan isi berita
seperti itu, karena kami
khawatir bisa menimbulkan
kepanikan di kalangan
masyarakat"
Mengenai lokasi
persembunyian Saddam,
sesudah peristiwa terjadi
pada tanggal 13 September
2001, pos yang disampaikan
kepada presiden Amerika
George Bush dengan sangat
detail diceritakan tentang
"lokasi persembunyian
Saddam, di sebelah luarnya
terdapat sebuah poster
tentang bahtera nabi Nuh, di
tepi sungai Tigris terdapat
sebuah lobang, di atasnya
ditutupi dengan papan kayu
dan karpet imitasi, aksesnya
dikamuflasekan dengan batu
bata, tanah dan sampah."
Kemudian sesudah membaca
berita baru mengetahui
bahwa ramalan Jucelino
betul-betul sangat tepat,
ramalan yang pada
realitanya membuat orang
sangat tercengang itu masih
terus berkelanjutan. Tentang
Saddam pasca penangkapan
dari pemberitaan pers kita
ketahui bahwa sesudah
dinyatakan bersalah dan
divonis hukuman mati dan
dieksekusi pada tanggal 30
Desember 2006 lalu. Sesudah
itu terjadi pertentangan
sengit antar kelompok Sunni
dan Syiah di negeri Irak, bisa
sewaktu-waktu
mengakibatkan situasi
perang saudara, setiap pagi
dan malam hari banyak
korban tewas warga sipil tak
berdosa telah berjatuhan.
Namun vonis mati Saddam
seperti ini dan Irak pasca
Saddam dipenuhi kekalutan di
dalam negeri, berkaitan
dengan ramalan Jucelino ini,
tanggal 29 Mei 2006 lalu
telah dikirim kali ketiga
kepada Radio Pass FM
Indonesia yang berada di
Jakarta, isi seluruhnya
cocok, sebagai berikut :
"Menurut pengadilan Irak,
Saddam di vonis bersalah,
dan kemungkinan dieksekusi
mati pada tanggal 30
Desember 2006. Dengan
demikian seluruh negeri Irak
akan terjadi pertikaian, dan
akan terjadi banyak korban
jiwa."Selain itu, sering kali
firasat mimpi tepat
ditunjukkan kepada Jucelino,
membiarkan dia di dalam alam
mimpi melihat tokoh dari
musibah dan bencana dunia,
dari sini bisa diketahui
bahwasanya ia bukan
"manusia biasa", ia pasti
memiliki kekuatan
meneropong masa depan dan
kemampuan meramal yang
menakjubkan.
Gempa besar di laut
Sumatera
Surat peringatan terawal
yang dikirim ialah 8 tahun
sebelum terjadi Tsunami di
Aceh tahun 2004, tepatnya
pada tanggal 16 September
1996 lalu, dikirim per pos
kepada duta besar India di
Brasilia, ibu kota Brasil. Di
dalam surat tersebut
diramalkan bahwa tanggal 26
Desember 2004 pagi hari di
propinsi Aceh, Indonesia
bakal terjadi gempa bumi 8,9
skala Richter, Indonesia dan
India diterjang Tsunami
setinggi 10 meter itu. Surat
peringatan kepada presiden
Indonesia Soeharto dikirim
per tanggal 30 April 1997, isi
surat tersebut: "Saya di
dalam mimpi melihat tanggal
26 Desember 2004 pagi hari
jam 7, Asia Selatan bakal
diguncang oleh 8.9 skala
richter gempa besar,
bersamaan dengan itu juga
bisa terjadi tsunami setinggi
10 meter, area
penyebarannya dimulai dari
propinsi Aceh, Indonesia,
India, Malaysia, Sri Langka,
Thailand, Maldivas,
Bangladesh dan sebagainya
bahkan mencapai hingga
Mauritius. Dan bakal ada
100.000 jiwa terenggut"
Alhasil, gempa bumi sesuai
ramalan di dalam surat
peringatan tersebut terjadi
pada pagi hari jam 7.58
tanggal 26 Desember 2004,
angka tewas melebihi 200.
000 orang, gelombang
tsunami tertinggi mencapai 30
meter, ada banyak sekali
orang raib ditelan tsunami
yang menerjang pantai. Para
kedubes seperti Indonesia ,
Filipina, Thailand dan lain-
lain, juga telah menerima
surat yang sama, surat
resmi tersebut semuanya
terlampiri stempel jawatan
pos terkait. Selain itu
Jucelino juga menerima surat
ucapan terima kasih dari
berbagai kedubes atau
pejabat sekretariat
kepresidenan negara
bersangkutan.
Surat ucapan terima kasih
dari kantor kepresidenan
berisi keluhan sebagai
berikut: "Mengenai gempa
bumi dan tsunami jikalau
sampai terjadi pada tahun
2004, demi menghindari
terjadinya bencana yang
mengerikan ini, ada banyak
hal terpaksa harus kami
lakukan, namun kami juga
merasa tak berdaya." Selain
itu, isi surat balasan
sederhana berasal kedubes
Indonesia : "¦kami akan
menyampaikan isi surat anda
kepada negara kami, apabila
ada berita lain yang hendak
disusulkan, jangan ragu-
ragu menyampaikan. "
Dari situ bisa diketahui, 8
tahun sebelum bencana
terjadi, Jucelino sudah
meramalkan bakal ada gempa
bumi super-besar dan
tsunami besar melanda
kawasan Asia Selatan
dengan korban tewas
melebihi 100.000 orang, dari
dalam surat peringatan
tersebut dengan rinci kami
dapat mengetahui bahwa
Jucelino juga secara parsial
mengirim surat resmi
pemberitahuan dengan detail
tentang tahun, bulan, tanggal
dan waktu kejadian, kepada
negara-negara yang bakal
tertimpa bencana, namun
pada kenyataannya tiada
langkah-langkah pencegahan
efektif apapun yang
dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar